Memberi Pangkal Bahagia 08/08/2011 - 09:55:33 | Read 355 Time(s)
""Maka barang siapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga), maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan)." (Al Lail : 5-7). Adalah Elizabeth Dunn, pakar psikologi dari University of British Columbia, Vancouver, Kanada, yang membuktikan kebenaran firman Allah SWT tersebut."
Hasil penelitiannya menyatakan bahwa "orang yang suka memberi ternyata lebih bahagia daripada orang yang hanya mengharapkan pemberian". Temuan itu menunjukkan, yang terpenting bukanlah jumlah uang yang kita punya, tetapi bagaimana kita membelanjakannya. Orang yang menyedekahkan uangnya untuk membantu mereka yang membutuhkan, atau berbelanja hadiah untuk orang lain ternyata lebih bahagia daripada yang menghamburkan uangnya untuk kepuasan sendiri.
Pada penelitiannya, Dunn melakukan jajak pendapat pada 16 karyawan di sebuah perusahaan di Boston sebelum dan sesudah mereka mendapatkan bonus dengan beragam besaran. Selain itu Dunn mengumpulkan data tentang gaji, pengeluaran, dan tingkat kebahagiaan dari 632 orang di seantero Amerika Serikat.
Kesimpulannya sungguh menarik. Di kedua kelompok orang tersebut, kebahagiaan ternyata ada hubungannya dengan jumlah uang yang dikeluarkan untuk orang lain daripada jumlah absolut bonus atau gaji. Memberi mungkin menjadikan seseorang bahagia dalam sehari, tapi ketika sifat ini menjadi kebiasaan, dampak kebahagiaan itu menjadi sangat lama. Dalam agama kita, perintah memberi jelas tertera pada Rukun Islam, kewajiban Zakat menjelaskan bahwa dalam harta kita terdapat hak orang lain sehingga harus dikeluarkan agar bersih. Alhamdulillah, tahun ini kita bersua kembali dengan Ramadhan yang mulia. Keberkahan Ramadhan insyaallah lebih mendorong kita untuk melipatgandakan amal agar meraih pahala yang berlipat.
|