• "BUKANKAH kekayaan itu karena banyaknya harta benda tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan hati." (HR Bukhari - Muslim)
  • "ORANG yang terbaik dari antaramu ialah orang yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya kepada orang lain." (HR BUKHARI)
  • "HAK kewajiban seorang muslim atas muslim lainnya ada lima. Pertama menjawab salam....
  • ....Kedua menjenguk yang sakit. Ketiga mengantar jenazah. Keempat memenuhi undangan. Kelima mendo'akan orang yang bersin." (Muttafaq 'Alaih)
  • "BERSEDEKAHLAH supaya engkau diselamatkan dari api neraka walaupun hanya sebagian dari sebuah kurma." (HR BUKHARI)
  • "TIDAK sempurna iman seseorang diantaramu hingga mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri." (HR Bukhari - Muslim)
 
News Room
WEB STATISTIC
485
Hari ini
1,219
Kemarin
220,577
Total
Berita
Khoiruddin Rindu Makan Baso
25/08/2010 - 08:06:54 | Read 424 Time(s)

"Demi nasib yang lebih baik, umumnya orang berbondong-bondong pindah ke kota, namun lain halnya dengan Khoiruddin. Dia malah memboyong istri dan tiga anaknya ke Sinarbaya, Karawang. Hiruk pikuk Tangerang dia tinggalkan lantaran kepincut suasana pedesaan."

Ceritanya dimulai tahun 1998, saat itu Khoiruddin merasa sakit yang sangat di organ jantungnya. Berbagai ikhtiar dia lakukan untuk mengobati sakitnya, tapi tak membuahkan hasil. Menuruti mimpinya, Khoiruddin pun pergi ke Sinarbaya untuk tetirah. Tak dinyana sakitnya malahan sembuh di desa terpencil itu. Kesembuhan itu membuat Khoiruddin memutuskan untuk menetap di desa itu, mulanya istri dan anaknya tak menyetujui, “Mertua saya sempat menolak, istri saya waktu itu sempat disuruh pulang ke Bogor,” ujarnya. 

Untuk mencapai Sinarbaya perlu perjuangan ekstra, desa yang bersebelahan dengan KIIC Karawang itu belum beraspal, jalanan berbukit dan terjal itu praktis tidak bisa dilewati jika diterpa hujan. Kondisi itu diperparah dengan belum masuknya listrik, bila maghrib tiba Sinarbaya seolah lenyap ditelan malam. Rumah-rumah penduduk menyebar di area perbukitan itu, jarak satu rumah dengan yang lainnya relatif jauh. Bilik anyaman bambu menjadi material utama hampir semua rumah.

Ketika mulai menetap, Khoiruddin sadar, ternyata problem di Sinarbaya bukan hanya masalah akses jalan dan listrik, tapi juga pendidikan. Hanya ada satu lokal bangunan sekolah seadanya yang terdiri dari satu kelas. Masalah lain datang dari siswanya, seringkali ketika musim panen pisang atau singkong tiba, siswanya lebih memilih ikut panen bersama orang tuanya. ”Waktu itu, siswa di sini datang sekolah semau-mau dia,” ujarnya.

 

Kondisi itu membuat Khoiruddin merasa terpanggil, usaha pertama yang dia lakukan adalah mengaktifkan pengajian, bagaimanapun yang harus di rubah pertama kali adalah mental orang orang tua mereka. Sejak itu langgar kecil di perbukitan itu kembali ramai. Dengan semakin baiknya kesadaran orang tua, sekolah kecil di perbukitan Sinarbaya itu kembali bergairah, anak-anak Sinarbaya pun memenuhi sekolah, daya tampung sekolah pun tidak cukup lagi. 

”Akhirnya saya nekat, modal proposal seadanya saya datangi perusahaan yang dekat Sinarbaya untuk mendirikan gedung sekolah,” tutur Khoiruddin. Dari hasil mengetuk pintu perusahaan, Khoiruddin berhasil mendirikan MI Al Hidayah, kini dua lokal bangunan yang yang terdiri dari empat kelas kokoh berdiri. 

”Prinsipnya apapun yang diberikan perusahaan saya terima, kotak sampah ini bantuan dari perusahaan, sofa ini juga, sebenarnya banyak barang-barang yang tak terpakai di perusahaan ternyata sangat berguna di sini,” kata Khoiruddin. ”Waktu itu saya sempat mendatangi Bapak Camat, alhamdulillah dari beliau saya dapat bantuan beras, tiap bulan saya ngambil beras dari kecamatan,” tambahnya.

Saat ini proses belajar di MI Al Hidayah sudah berjalan, siswa-siswa belajar bergiliran memakai 2 ruang kelas yang bisa terpakai. Satu ruang kelas masih belum difungsikan lantaran belum ada kursi dan meja, ”Rizki untuk belajar anak-anak belum datang mas,” tutur Khoiruddin. Guru di Sinarbaya juga masih minim, hanya ada empat guru yang aktif. Susah mencari guru yang mau di tempatkan di tempat terpencil seperti Sinarbaya. Khoiruddin pun bersiasat, kini di istrinya pun diperankan menjadi guru.

Khoiruddin adalah sosok yang langka, keteguhannya berjuang membuat Sinarbaya berubah. Kini sudah ada beberapa lulusan MI Al Hidayah yang melanjutkan sekolah. Kerja kerasnya berbuah manis, apalagi saat pemanfaatan dana Zakat Kolektif karyawan PT Astra Daihasu Motor (ADM) mengalir ke sana. Ketika ditanya kesannya mengabdi di daerah terpencil, Khoiruddin sontak menjawab, “Susah nyari baso mas, belum ada yang berani jualan di sini,” jawabnya sambil tertawa.
Back to List
keuangan.jpg
kalkulator.jpg
Login Donatur
Email / ID Muzakki :
Password :
Ingin Bergabung ?!
Kehilangan Password ?
registrasi.jpg
konfirmasi_donasi.jpg
konfirmasi_flexicash.jpg
cek_donasi.jpg

Transfer via :
Bank Permata Syariah
Rek. Zakat097.0619.380
Rek. Infaq Shodaqoh097.0619.399
This site is property of www.amaliah-astra.com © 2009 - 2012 Powered by : Team ICT Yayasan Amaliah Astra