Tim Marawis CIlik Lazis Tampil di Stan BI, PRJ 05/07/2010 - 09:19:47 | Read 92 Time(s)
"Tim marawis cilik penerima Beasiswa Amaliah Astra dari Tanjung Barat, Jakarta Selatan kebagian memeriahkan acara itu, dengan seragam merah menyala, rombongan marawis cilik itu membuka acara dengan penampilan yang sangat memukau para pengunjung. Suara sang vokalis cilik yang melengking tinggi dan suara tabuhan rebana yang yang membahana, membuat banyak para pengunjung PRJ berhenti dan berkumpul di depan stan BNI syariah tersebut."
Sabtu siang, (26/6/2010) Arena Pekan Raya Jakarta tampak begitu ramai. Acara yang dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni lalu itu, memang menyedot banyak sekali pengunjung, baik dari Ibu kota maupun wilayah sekitarnya. Di tengah keramaian stan-stan dan membludaknya para pengunjung, terlihat ada salah satu stan jasa perbankan yang cukup menarik perhatian. Stan yang difasilitasi oleh Bank Indonesia tersebut menyajikan sebuah talk show seputar Islamic Banking (IB) atau perbankan syariah, siang itu giliran Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah yang mengisi acara. Tampak presenter kondang Sogi (Extravaganza) dan TJ (Sinden Gossip) memeriahkan acara dengan lawakan khas mereka.
Tim marawis cilik penerima Beasiswa Amaliah Astra dari Tanjung Barat, Jakarta Selatan kebagian memeriahkan acara itu, dengan seragam merah menyala, rombongan marawis cilik itu membuka acara dengan penampilan yang sangat memukau para pengunjung. Suara sang vokalis cilik yang melengking tinggi dan suara tabuhan rebana yang yang membahana, membuat banyak para pengunjung PRJ berhenti dan berkumpul di depan stan BNI syariah tersebut.
Penampilan tim marawis cilik bernama Al Asykar memukau para pengunjung, kepiawaian bermusik, bernyanyi dan berkoreo kelompok marawis cilik mengundang penonton untuk mengabadikannya dengan kamera, bahkan narasumber yang hadir dari Bank Indonesia terlihat beberapa kali berusaha mengabadikan aksi mereka melalui lensa kameranya.
Bagi penerima Beasiswa Lazis, jalan-jalan ke PRJ merupakan pengalaman langka, kemeriahan dan gemerlap arena PRJ seolah penghibur untuk kembali memompa semangatnya. Ibu Habibah, Duta Lazis dari Tanjung Barat tampak kerepotan melayani antusiasme pertanyaan anak bimbingannya. Pemandangan lucu terjadi saat makan siang, hidangan cepat saji dari restoran jepang mengharuskan bocah-bocah cilik itu makan dengan sumpit, tak urung beberapa anak mengalami kesulitan menggunakan sumpit ketika menyantap hidangan. Beberapa dari mereka pun akhirnya menyerah dan langsung melahapnya dengan tangan. Sungguh pemandangan yang menggemaskan.
Begitu banyak potensi penerima beasiswa Lazis yang bisa dikembangkan, selama ini pemberian beasiswa yang disertai pembinaan berkelanjutan telah mengembangkan bakat-bakat terpendam mereka. Dari bidang seni, tim marawis cilik Al Asykar adalah buktinya. Di samping itu, ada Maimon Rasyid, penerima beasiswa dari Plumpang yang piawai menggambar karikatur. Seni Qiroah atau membaca Qur'an bagus juga memunculkan M. Zulfa, siswa kelas 4 SD dari Sungai Bambu.
Sumbangsih yang diberikan donatur Lazis bukan hanya bernilai bantuan materi, tapi telah memberi beribu semangat untuk memacu penerima beasiswa untuk mengembangkan diri.
|