Dari Sampah Mereka Bisa Sekolah 17/02/2010 - 12:59:08 | Read 418 Time(s)
"Itulah realita yang terjadi di suatu wilayah di bilangan Cilandak Barat yang notebene terkenal dengan pemukiman mewah. Tapi ternyata masih banyak warganya yang hidup dibawah standar kemiskinan. Adalah di suatu pemukiman yang merupakan komunitas pemulung ada didalamnya. Ada sekitar 600 KK yang menghuni, mereka sudah bertahun tahun tinggal di wilayah tersebut. Sehari harinya mereka mencari nafkah dengan mengais sampah dan mencari barang barang yang dapat di jual lagi."
Dari pagi buta mereka berangkat dan pulang pada malam hari. Sering mereka menginap dan tidur dimana saja jikalau hasil yang di dapatkan belum sesuai harapan. Dengan berjalan kaki mereka menyusuri kota Jakarta dengan tiada menyerah. Dalam seharinya mereka mendapatkan uang 15 ribu terkadang kurang. Jumlah tersebut sangatlah kurang untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari hari. Untuk menutupinya,anak anak mereka di berdayakan juga untuk membantu memulung.
Walau demikian, mereka tetap berusaha menyekolahkan anak-anaknya dan berharap bisa menjadi generasi penerus yang lebih baik. Pagi hari mereka berangkat sekolah dengan segala keterbatasan yang ada. Sepulang sekolah mereka yang masih berumur 7-12 tahun pergi untuk memulung berharap mendapatkan hasil yang banyak untuk dapat membantu ekonomi orang tuanya.
Karena tinggal diwilayah pemulung, mereka kurang memperhatikan masalh kesehatan dan sanitasi. Jadi bisa di bayangkan bagaimana mereka bisa bertahan hidup dengan segala keterbatasan yang ada.
Alhamdulillah, kata yang terucap ketika tim Lazis Amaliah Astra bekerjasama dengan Karyawan PT Asuransi Astra Buana (AAB) menyambanginya. Bagi mereka, kabar baik berupa bantuan beasiswa untuk pendidikan anak-anaknya menjadi penyambung harapan untuk terus bertahan ditengah sulitnya hidup. (SB)
|