Parenting Club, Setitik Bahagia untuk Dhuafa 31/05/2009 - 17:23:04 | Read 225 Time(s)
""Jika anak serba dimengerti, ia terbiasa menjadi penyabar"
"Jika anak banyak diberi dorongan, ia akan terbiasa percaya diri"
"Jika anak diterima oleh lingkungannya, ia akan terbiasa menghargai"
"Jika anak diperlakukan dengan jujur, ia akan terbiasa melihat kebenaran"
"
Alangkah indah bila pepatah bijak itu sudah tertanam di lingkungan keluarga. Nilai-nilai itu akan memberi bekal kepribadian yang kokoh untuk menghadapi tantangan hidupnya.
Atas dasar itu Lazis Amaliah Astra bekerja sama dengan Bimbingan Belajar (Bimbel), Luqmanul Hakim, Bekasi Utara, mengadakan " Parenting Club, Setitik Bahagia Untuk Dhuafa". Acara ini diikuti 72 orang yang terdiri dari ibu dan anak dari penerima beasiswa Lazis Amaliah Astra di sekitar Babelan, Bekasi Utara. Panitianya adalah sebagian besar adalah ibu-ibu istri karyawan Denso yang bermukim di perumahan Vila Indah Permai, Bekasi. Fitri, Susi, Toyyibah dibantu keluarga lainnya, berusaha memercikan kebahagian di tengah keluarga dhuafa.
Ahad (31/5) pagi yang cerah, mereka sudah berkumpul di Taman Duta Harapan. Di bawah rindang pohon akasia, mereka duduk rapi menyimak penjelasan Karman Rukita, pembina Bimbel. Mulutnya sontak berdecak tatkala Karman menjelaskan kisah uletnya orang Jepang ketika bekerja. Karman yang juga karyawan PT Denso, ingin menularkan pengalaman berharganya ketika bergaul dengan bangsa yang terkenal dengan etos kerjanya itu.
Pada sesi "Character Building", kali ini peserta Parenting Club diajak untuk kembali menguatkan nilai kejujuran dalam keluarga. Dengan renyah, dan diiringi gelak tawa, Ustadz Ichwan Baihaqi, S.Pdi selaku narasumber menerangkan pentingnya menanamkan kejujuran sejak dini. "Jika ibunya suka bohong, maka anak-anaknya pun akan suka bohong, namun jika ibunya jujur, insya Allah anak-anaknya pun akan mengikuti," tuturnya.
Beranjak siang, saatnya bermain gim. Gim pertama adalah gim pecah balon, pada kaki si Ibu diikatkan sebuah balon, anaknya bertugas menjaga ibunya dari sergapan lawan yang akan memecahkan balon. Suasana kontan ramai ketika perlombaan dimulai, ibu-ibu yang biasanya bergelut dengan pekerjaan rumah tangga itu seolah menemukan kembali sisi kekanakannya. Mereka berlari, meloncat, menendang bersama anaknya tercinta. "Duh Ummi ada-ada aja bikin maenan kayak gini," komentar seorang ibu, sambil terengah-engah.
Suasana makin meriah, kali ini ibu dan anak berduet dengan menggencet bola kecil di kening. Aturan lombanya adalah adu cepat sambil menggencet bola. Hal lucu terlihat ketika Ibunya yang tinggi harus sejajar dengan anaknya yang masih kecil, keseimbangan mutlak diperlukan agar bisa berjalan cepat dan selamat sampai ke garis finis.
Parenting Club digagas untuk mempersiapkan penerima beasiswa menghadapi ujian akhir semester. Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan peran Ibu sebagai sahabat anak dalam belajar. "Semoga ibu-ibu sekalian bisa mengambil ibrohnya bagaimana mendidik anak yang benar," tegas Ustadz Syarif, saat memberikan sambutan. Ya, dan ibrohnya adalah bagaimana berubahnya mindset ibu-ibu tersebut tentang pendidikan anaknya, semoga setelah ini, mereka semakin perhatian pada pendidikan anaknya. (GG)
|