News Room Artikel   WEB STATISTIC 51 Hari ini 149 Kemarin 61,985 Total |
 |
Artikel
Agar Tetap Bercahaya di Tengah Gulita 07/06/2009 - 10:34:53 | Read 303 Time(s)
"Berbaur dengan orang lain bukan tanpa resiko. Itu sebabnya Rasulullah saw lebih memuji orang yang mau berbaur dengan masyarakat dan mampu bersabar atas resiko dan kesulitannya, ketimbang yang tak mau berbaur dan tak mampu bersabar
"
Tanpa sabar bukan mustahil perbauran justru mendatangkan akibat negatif.Orang yang tidak sabar, bukannya mampu memberi warna dan pengaruh pada orang lain, tapi dikhawatirkan justru ia terbawa dan terwarnai oleh lingkungannya. Dan kesabaran tak mungkin berdiri sendiri. Ada perangkat lain yang dibutuhkan agar seseorang mampu bertahan dan bersabar menghadapi berbagai gejolak dan resiko dari berbaur. Pertama, memelihara niat ikhlas. Fondasi ikhlas yang kokoh takkan mampu menggoyahkan pemiliknya ketika ia harus menghadapi situasi sulit akibat dari kebenaran yang ia lakukan. Hidup berbaur dengan tetap mempertahankan identitas dan prinsip pasti menghadapi banyak tantangan. Bukan saja tantangan yang sifatnya menekan atau menghalangi, tapi juga tantangan yang datang dari pintu rayuan dan godaan. Disinilah keikhlasannya diuji. Karenanya, keikhlasan menjadi faktor terpenting untuk bisa menjadi pribadi yang kuat bertahan dengan prinsip dalam berbaur. Kedua, meningkatkan ilmu pengetahuan. Seorang muslim dimanapun mempunyai misi. Sebuah misi harus diiringi dengan wawasan muatan pesan yang dibawanya. Wawasan ilmu dalam hal ini mencakup ilmu syariat yang berkait langsung dalam kehidupan masyarakat. Kekurangan bekal ilmu dapat menyebabkan seseorang terlalu mempermudah atau mempersulit masalah. Seorang muslim harus mengetahui batas keluasan dan keluwesan Islam. Sampai dimana batas-batas yang bisa ditolerir oleh syariat dan dimana batas-batas yang tidak dapat ditolerir. Rasulullah saw bersabda, “Berilah kabar gembira dan jangan menceraiberaikan. Permudahlah, jangan mempersulit.” Ketiga, menjaga keteladanan dalam perilaku. Hal ini penting, karena umumnya masyarakat tidak terlalu tertarik pada uraian kata berupa nasihat atau wejangan. Mereka akan simpatik justru pada sikap dan perilaku baik yang langsung mereka lihat. Para ulama dakwah kerap mengumandangkan prinsip, “Ashlih nafsaka wad’u ghairaka,” atau perbaiki dirimu baru seru orang lain. Ini adalan tuntutan dalam syariat Islam. Keempat, jangan lupa untuk selalu menjaga dan meningkatkan kualitas hubungan dengan komunitas orang-orang shalih. Hal ini penting agar jiwa kita tetap memperoleh suplai semangat dan penyegaran saat bertemu dengan mereka. Rutinitas ini bahkan harus semakin ditingkatkan saat kita menghadapi banyak permasalahan dalam hidup. Kelima, memahami pedoman dan tahapan dakwah. Kewajiban Islam itu bertingkat-tingkat. Sebagaimana kemungkaran juga bertingkat-tingkat. Diperlukan start tertentu yang berbeda-beda dalam mengadakan pembenahan. Suatu pola yang berhasil diterapkan pada seseorang, belum tentu bisa diterapkan pada orang lain. Selain pola pendekatan yang khas, seorang muslim seharusnya meyakini bahwa sebuah perubahan selalu memerlukan waktu. Sehingga, seorang muslim tidak akan mudah kecewa atau merasa gagal terhadap upaya perbaikan yang dilakukannya. Keenam, memahami seni bergaul dengan orang lain. Berbaur dan berinteraksi dengan manusia tidak mudah karena masing-masing mereka memerlukan pendekatan tersendiri, sesuai dengan karakternya. Ketujuh, perluas dan perbanyaklah pengalaman (tajribah). Aspek ini mempunyai pengaruh besar dalam membentuk pribadi yang bijaksana dalam berbaur dengan orang lain. Orang yang memiliki pergaulan luas, dari sisi syariat ilmunya lebih bermanfaat dan dakwahnya akan lebih cepat diterima karena ia telah menempatkan diri sesuai kondisi. Pengalamanlah yang akan memunculkan potensi, menambah kearifan dan kesabaran. |  | Back to List | |
|
|
 |
  "Alhamdulillah, terima kasih telah berzakat bersama kami, semoga Allah memberikan
rizki berlimpah dan keselamatan kepada kita semua, amiin." - 26/12/2009
DITHA MZ000505
04/01/2009 MOCHAMAD AMIN MZ000037
31/12/2009 DEDE ANDARSO MZ000501
- 30/12/2009
PONGKI PAMUNGKAS MZ00000002
30/12/2009 INANDA TIAKA PUTRI MZ000266
29/12/2009 DWI RUDIMAN MZ000500
- 29/12/2009
OSSHI GHONIE PRASTYO MZ000118
29/12/2009 MOCHAMAD HUSNI MZ000117
29/12/2009 INTAN MANTILI MZ000499
- 28/12/2009
ADE ABDULLAH MZ000384
28/12/2009 IBNU HAJAR MZ000381
28/12/2009 DIAN VEKTORENDRA MZ000386
- 28/12/2009
RONY HAPSORO MZ000387
28/12/2009 NURHAIDI MZ000385
28/12/2009 ZULFADILLAH MZ000383
- 28/12/2009
AZIS MUFTIYATNO MZ000498
28/12/2009 FISKA KUSUMAWATI MZ000116
28/12/2009 DJOKO PRABOWO MZ000058
- 28/12/2009
POLITEKNIK MANUFAKTUR ASTRA MZ000497
28/12/2009 TRI HARNITO MZ000388
30/12/2009 ZIKO MZ000490
- 30/12/2009
HARIS MZ000489
23/12/2009 ANDY HIDAYAT MZ000488
24/12/2009 ARIF MZ000343
- 24/12/2009
ENI MZ000481
24/12/2009 YUNI MZ000480
24/12/2009 SAMARI MZ000479
- 24/12/2009
YUSUF BAHTIAR MZ000317
24/12/2009 DENI ANDRIAN MZ000478
24/12/2009 RAHMAT MZ000477
 Transfer via : Bank Permata Syariah| Rek. Zakat | 097.0619.380 | | Rek. Infaq Shodaqoh | 097.0619.399 |
 |