• "BUKANKAH kekayaan itu karena banyaknya harta benda tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan hati." (HR Bukhari - Muslim)
  • "ORANG yang terbaik dari antaramu ialah orang yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya kepada orang lain." (HR BUKHARI)
  • "HAK kewajiban seorang muslim atas muslim lainnya ada lima. Pertama menjawab salam....
  • ....Kedua menjenguk yang sakit. Ketiga mengantar jenazah. Keempat memenuhi undangan. Kelima mendo'akan orang yang bersin." (Muttafaq 'Alaih)
  • "BERSEDEKAHLAH supaya engkau diselamatkan dari api neraka walaupun hanya sebagian dari sebuah kurma." (HR BUKHARI)
  • "TIDAK sempurna iman seseorang diantaramu hingga mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri." (HR Bukhari - Muslim)
 
News Room
WEB STATISTIC
51
Hari ini
149
Kemarin
61,985
Total
Artikel
Kesalehan Sosial
24/05/2009 - 23:02:05 | Read 253 Time(s)

"Agama secara universal mengajarkan tanggung jawab. Sebagai agama, pertama-tama Islam meletakkan rasa tanggung jawab itu kepada setiap pribadi melalui ajarannya yang kuat bahwa setiap orang akan dihadapkan pada Yaumul Hisab atau Hari Pengadilan Tuhan di akhirat nanti"

Namun, karena setiap perbuatan pribadi akan menyebabkan berbagai implikasi kemasyarakatan, maka tanggung jawab pribadi itu membawa akibat adanya tanggung jawab sosial. Inilah yang kita pahami dari rahasia susunan ayat-ayat Alquran bahwa setiap kali Kitab Suci itu menyebut kata iman (aamanu) -- yang merupakan persoalan pribadi -- selalu diikuti dengan penyebutan amal saleh (aamilus-shalihaat) -- yang merupakan tindakan kemasyarakatan.

Hal yang sama kita pahami dari sabda Nabi Muhammad SAW tentang kesempurnaan iman seorang mukmin. Nabi SAW menjelaskan, ''Yang paling sempurna iman orang mukmin adalah yang paling baik akhlaknya.'' (HR Muslim). Jadi, iman yang mempribadi wujudnya adalah akhlak atau tindakan yang dapat dipertanggungjawabkan di hadapan masyarakat.

Belakangan ini banyak orang mulai memprihatinkan bahwa seolah-olah di masyarakat kita sedang terjadi perkembangan yang kontradiktif. Di satu pihak muncul kegairahan untuk pengajian dan lain-lain dalam rangka mendalami agama, namun kenapa di sisi lain terjadi berbagai kebobrokan moral masyarakat. Padahal logikanya, bila kecenderungan gairah agama meningkat, mestinya akhlak masyarakat makin baik perkembangannya. Nyatanya yang terjadi malah sebaliknya, kemerosotan akhlak makin menjadi persoalan yang makin memprihatinkan.

Karena itu, barangkali kita perlu merenungkan kembali pembinaan keberagamaan kita lebih substansial. Pengajian saja tentunya belum mencukupi untuk menciptakan kesalehan sosial.

Dengan meningkatnya gairah memahami agama, masyarakat harus terdorong moralnya untuk membentuk kekuatan-kekuatan amar ma'ruf nahi munkar yang mampu ''memaksa'' umat menepati janji-janji sosial atau kewajiban kemasyarakatannya sesuai kedudukan dan martabat mereka. Janji umaro (birokrat) adalah menegakkan hukum dan berlaku adil. Janji ulama adalah menyampaikan kebenaran sampai berfungsi sebagaimana idealnya. Janji para aghniya' (orang kaya) adalah berzakat, infak, dan sedekah. Janji para pedagang adalah jujur dan tidak mencurangi timbangan. Janji kaum dhuafa adalah mendoakan dan mematuhi para pemimpin.

Semua bentuk janji atau kewajiban di atas tidak lain merupakan bagian dari akhlakul karimah dari masyarakat agama. Apabila janji-janji tersebut di atas tidak terlaksana dengan baik niscaya masyarakat akan menghadapi bahaya keruntuhan akhlak. Barangkali sudah saatnya dalam GBHN mendatang dirumuskan masalah pengembangan akhlak bangsa dalam wacana pembangunan nasional kita, sehingga bukan saja kemakmuran material yang kita capai, melainkan juga terciptanya peradaban kemanusiaan yang adil dan beradab. - ahi -

AM Fatwa, Republika (29/4)

Back to List
keuangan.jpg
kalkulator.jpg
Login Donatur
Email / ID Muzakki :
Password :
Ingin Bergabung ?!
Kehilangan Password ?
registrasi.jpg
konfirmasi_donasi.jpg
konfirmasi_flexicash.jpg
cek_donasi.jpg
"Alhamdulillah, terima kasih telah berzakat bersama kami, semoga Allah memberikan rizki berlimpah dan keselamatan kepada kita semua, amiin."
  • 26/12/2009
    DITHA
    MZ000505

    04/01/2009
    MOCHAMAD AMIN
    MZ000037

    31/12/2009
    DEDE ANDARSO
    MZ000501

  • 30/12/2009
    PONGKI PAMUNGKAS
    MZ00000002

    30/12/2009
    INANDA TIAKA PUTRI
    MZ000266

    29/12/2009
    DWI RUDIMAN
    MZ000500

  • 29/12/2009
    OSSHI GHONIE PRASTYO
    MZ000118

    29/12/2009
    MOCHAMAD HUSNI
    MZ000117

    29/12/2009
    INTAN MANTILI
    MZ000499

  • 28/12/2009
    ADE ABDULLAH
    MZ000384

    28/12/2009
    IBNU HAJAR
    MZ000381

    28/12/2009
    DIAN VEKTORENDRA
    MZ000386

  • 28/12/2009
    RONY HAPSORO
    MZ000387

    28/12/2009
    NURHAIDI
    MZ000385

    28/12/2009
    ZULFADILLAH
    MZ000383

  • 28/12/2009
    AZIS MUFTIYATNO
    MZ000498

    28/12/2009
    FISKA KUSUMAWATI
    MZ000116

    28/12/2009
    DJOKO PRABOWO
    MZ000058

  • 28/12/2009
    POLITEKNIK MANUFAKTUR ASTRA
    MZ000497

    28/12/2009
    TRI HARNITO
    MZ000388

    30/12/2009
    ZIKO
    MZ000490

  • 30/12/2009
    HARIS
    MZ000489

    23/12/2009
    ANDY HIDAYAT
    MZ000488

    24/12/2009
    ARIF
    MZ000343

  • 24/12/2009
    ENI
    MZ000481

    24/12/2009
    YUNI
    MZ000480

    24/12/2009
    SAMARI
    MZ000479

  • 24/12/2009
    YUSUF BAHTIAR
    MZ000317

    24/12/2009
    DENI ANDRIAN
    MZ000478

    24/12/2009
    RAHMAT
    MZ000477


Transfer via :
Bank Permata Syariah
Rek. Zakat097.0619.380
Rek. Infaq Shodaqoh097.0619.399
This site is property of www.amaliah-astra.com © 2009 - 2010 Powered by : Team ICT Yayasan Amaliah Astra