News Room Artikel   WEB STATISTIC 51 Hari ini 149 Kemarin 61,985 Total |
 |
Artikel
Miskin dan Kaya 20/05/2009 - 21:59:17 | Read 238 Time(s)
"Masalah si miskin dan si kaya pernah menjadi perdebatan sengit di kalangan para sufi. Siapa yang lebih baik di antara keduanya? Si miskin yang sabar atau si kaya yang pandai bersyukur dan murah hati?"
Sebagian sufi, seperti Harits al-Muhasibi dan Imam al-Ghazali, memberikan keutamaan (afdhaliyah) kepada si miskin. Sedang sufi lain memberikan keutamaan justru kepada si kaya dengan merujuk kepada sehabat-sahabat Nabi saw, yang hartawan, tapi dermawan, semacam Utsman Ibn 'Affan dan Abdul Rahman Ibn 'Auf. Sementara Ibn Taimiyah, pembaharu pramodern yang sangat kritis terhadap tasawuf, mengemukakan pemikiran baru dalam masalah ini. Dalam buku bertajuk Al-Shufiyah wal-Fuqara, Ibn Taimiyah memberikan keutamaan bukan kepada si kaya atau si miskin, melainkan kepada orang yang lebih bertakwa di antara keduanya. (Kitab Al-Shufiyah wal-Fuqara', Hlh. 25-26).
Menurut Ibn Taimiyah, bila kebaikan si miskin lebih banyak, maka ia lebih utama. Sebaliknya, bila kebaikan si kaya lebih banyak, maka si kaya lebih baik. Jika kebaikan mereka sama, maka kemuliaan mereka sederajat dan setingkat. Hanya, dalam kasus ini, tutur Ibn Taimiyah, si miskin lebih dahulu melangkah ke sorga daripada si kaya. Karena langkah si kaya tertahan sejenak di depan pintu sorga lantaran harus menyelesaikan perhitungan (hisab) mengenai harta dan kekayaan yang dimiliki.
Miskin dan kaya, seperti dikemukakan Ibn Taimiyah di atas, tidak menjadi dasar keutamaan seorang. Dasar mengenai itu, tetap iman dan takwa. Di sini, miskin dan kaya hanya dapat diidentifikasi sebagai alat uji semata. Sebagai alat uji, keduanya diyakini dapat memberi pengaruh terhadap perilaku manusia, baik maupun buruk. Pengaruh ini, tentu sangat bergantung kepada kesiapan mental penerima ujian. Untuk itu, ada manusia yang tidak siap dengan kemiskinan, sehingga kemiskinan, seperti kata Nabi saw, dapat mendekatkan manusia kepada kekufuran. (HR Baihaqi). Sebaliknya, banyak pula manusia yang tidak siap dengan kekayaan, sehingga kekayaan membuat dirinya menjadi pelit dan sombong. Inilah makna firman Allah, ''Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup.'' (Al-'Alaq: 6-7).
Sebagai alat uji, kefakiran dan kekayaan itu tidak kekal, tapi bersifat dinamis, artinya berubah dan berputar. Nabi Muhammad sendiri, pada mulanya tergolong miskin, tapi kemudian Allah swt membuat dirinya kaya (Al-Dhuha: 9). Maksud kaya di sini, menurut sebagian besar ahli tafsir, adalah kaya harta. Hal ini, karena perkataan 'dibuat kaya' (Aghna) dalam ayat ini disandingkan dengan perkataan miskin ('Aailan).
Namun, menurut Abdullah Yusuf Ali, kaya di situ lebih menunjuk pada kekayaan rohani dan spiritual. Dengan kekayaan ini, lanjut Yusuf Ali, Nabi saw bukan saja dapat mengatasi kebutuhan-kebutuhannya yang bersifat duniawi, tetapi juga mampu memusatkan semua perhatian dan seluruh waktunya untuk bekerja dan beribadah kepada Allah swt. Wallahu a'lam! - ahi
A Ilyas Ismail, MA (Republika, 14/5) |  | Back to List | |
|
|
 |
  "Alhamdulillah, terima kasih telah berzakat bersama kami, semoga Allah memberikan
rizki berlimpah dan keselamatan kepada kita semua, amiin." - 26/12/2009
DITHA MZ000505
04/01/2009 MOCHAMAD AMIN MZ000037
31/12/2009 DEDE ANDARSO MZ000501
- 30/12/2009
PONGKI PAMUNGKAS MZ00000002
30/12/2009 INANDA TIAKA PUTRI MZ000266
29/12/2009 DWI RUDIMAN MZ000500
- 29/12/2009
OSSHI GHONIE PRASTYO MZ000118
29/12/2009 MOCHAMAD HUSNI MZ000117
29/12/2009 INTAN MANTILI MZ000499
- 28/12/2009
ADE ABDULLAH MZ000384
28/12/2009 IBNU HAJAR MZ000381
28/12/2009 DIAN VEKTORENDRA MZ000386
- 28/12/2009
RONY HAPSORO MZ000387
28/12/2009 NURHAIDI MZ000385
28/12/2009 ZULFADILLAH MZ000383
- 28/12/2009
AZIS MUFTIYATNO MZ000498
28/12/2009 FISKA KUSUMAWATI MZ000116
28/12/2009 DJOKO PRABOWO MZ000058
- 28/12/2009
POLITEKNIK MANUFAKTUR ASTRA MZ000497
28/12/2009 TRI HARNITO MZ000388
30/12/2009 ZIKO MZ000490
- 30/12/2009
HARIS MZ000489
23/12/2009 ANDY HIDAYAT MZ000488
24/12/2009 ARIF MZ000343
- 24/12/2009
ENI MZ000481
24/12/2009 YUNI MZ000480
24/12/2009 SAMARI MZ000479
- 24/12/2009
YUSUF BAHTIAR MZ000317
24/12/2009 DENI ANDRIAN MZ000478
24/12/2009 RAHMAT MZ000477
 Transfer via : Bank Permata Syariah| Rek. Zakat | 097.0619.380 | | Rek. Infaq Shodaqoh | 097.0619.399 |
 |