|
Lazis YAA mempunyai dua divisi, yaitu :
- Divisi Penghimpunan dan
- Divisi Penyaluran.
Salah satu program Divisi Penyaluran adalah program Zakat Kolektif karyawan Astra. Program sinergi Lazis YAA dengan affco-affco di Astra Grup untuk memudahkan karyawan dalam menunaikan zakatnya. Kami siapkan sistem untuk mengelolanya dana ZIS dan menyalurkannya kepada yang berhak. Saat ini program Zakat Kolektif telah berjalan di PT Astra International Tbk dan PT Gaya Motor.
Adapun mekanismenya sebagai berikut :
Bagan Zakat Kolektif
Sedangkan, Divisi Penyaluran bertugas untuk menyalurkan dana sesuai dengan tuntunan syariah. Saat ini Lazis Amaliah Astra mempunyai Program Beasiswa Amaliah Astra yang telah menyalurkan dana ZIS kepada lebih dari 200 pelajar kurang mampu.
Ada 3 pola penjaringan calon penerima beasiswa, pertama, menjaring penerima langsung di lapangan. Kedua, menjaring pelajar di sekolah. Dan ketiga, menjaring melalui Duta Lazis YAA di anak perusahaan (affco).
Penjaringan langsung di lapangan bertujuan menjaring pelajar potensial yang berasal dari komunitas yang rentan putus sekolah. Di Tanjung Priok, banyak sekali lingkungan padat penduduk yang kurang peduli terhadap pendidikan anak-anaknya, kesulitan ekonomi membuat para orang tua lebih mementingkan anaknya untuk membantu perekonomian keluarga. Lokasi sepanjang jalan tol di wilayah Kelurahan Sungai Bambu hingga Warakas masuk kategori ini. Sering dijumpai anak-anak usia sekolah berkeliaran pada jam sekolah. Pekerja anak juga kita temui, banyak diantaranya memilih profesi menjadi tukang cuci motor atau pemulung rongsokan.
Komunitas penyapu jalan termasuk kategori ini. Walaupun mereka berpenghasilan tetap, tetapi masih jauh dari cukup. Lazis YAA telah menyentuh komunitas profesi ini. Mereka yang menyapu jalan di sekitaran Jalan Danau Sunter dan Jalan Mitra Sunter Boulevard telah survey. Dari hasil seleksi banyak diantaranya orang yang memenuhi syarat untuk dibantu. Untuk kategori ini, penerima beasiswa yang sudah terjaring berjumlah 78 orang.
Penjaringan yang kedua, adalah penjaringan beasiswa yang melibatkan pihak sekolah. Guru diajak untuk menyeleksi siswanya yang layak menerima bantuan. Persyaratan tidak melulu dikhususkan pada prestasi belajar, namun lebih pada kemampuan ekonomi keluarganya. Pelajar layak dibantu apabila penghasilan keluarganya dalam sebulan kurang dari sepertiga Upah Minimum Regional (UMR), atau sekitar Rp. 300.000 per orang per bulan. Dari penjaringan berdasarkan pola kedua ini, sudah 69 pelajar dari sepuluh sekolah menerima bantuan beasiswa.
Penyebaran penerima beasiswa juga bertambah luas, dengan bekerja sama dengan duta Lazis di affco, kini beasiswa sudah menjangkau wilayah Bekasi. Duta Lazis YAA berperan untuk menjaring dan menyeleksi pelajar kurang mampu di sekitar lingkungan perusahaannya. Duta Lazis juga berperan sebagai fasilitator donasi Zakat, Infaq dan Shodaqoh (ZIS) karyawan di perusahaannya. Saat ini, Lazis YAA telah bekerja sama Perisai PT IAMI, Lazis PT United Tractor dan Paguyuban Karyawan Denso. Telah 49 pelajar terjaring melalui pola ini.
Pembinaan Penerima
Beasiswa Lazis YAA beda. Akan dilakukan pembinaan mental dan pembekalan keterampilan bagi penerimanya. Setiap triwulan ada monitoring yang bertujuan untuk mengetahui kondisi nyata pelajar. Dengan beasiswa plus pembinaan diharapkan dapat membantu penerima untuk berperan sebagai pelopor keluarga untuk meningkatkan taraf hidupnya.
|